Waktu....

Banyak orang berfikir bahwa waktu hanya deretan angka, ada yang berfikir waktu hanya harapan dan ada yang berfikir waktu adalah uang. Semua sah2 saja menilai waktu sebagai apapun, tapi ingat hingga tuhanpun bersumpah demi waktu.

Demi masa, sungguh manusia akan rugi kecuali :
1. Orang yang beriman ( visi hidup). Visi inilah yang mampu menggetarkan arsy, visi yang mendekatkan yang jauh hingga memungkinkan yang mustahil, betapa pentingnya visi kehidupan, krn bukan hanya menggerakan kemauan, dlm visi ada keinginan, ada target, tujuan hingga cara2 untuk mewujudkannya. Visi tidak boleh buntu dan stag krn kebodohan.

2. Amal sholeh ( Misi hidup). Untuk apa hidupmu, mau kemana anda menjalani kehidupan tergantung seberapa besar kemauan kita ttg visi kehidupan, krn misi adalah langkah2 kecil yang pasti menuju apa yg menjadi impian kita. Bagi orang mukmin tidak boleh hanya berfikir surga tanpa menjalankan hingga mengembangkan misinya dengan baik. Misi harus benar2 membumi, sukses adalah harapan yang harus diwujudkan, maka misi harus teknis, dinamis dan memungkin untuk dinyatakan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Misi saya usia 40th pensiun dari industri, menikmati hasil kerja keras sebelumnya dengan sdh memiliki rumah yg super layak, kendaraan, tabungan yang cukup, bisnis yang matang dg sitemnya dan traveling keliling Indonesia dan bisa menikmatinya. Bisnis sudah jalan tanpa harus  awe2 didalamnya.

3.berada pada kebenaran, baik yg bersifat ilahiyyah maupun bersifat kauniyah karena ini sistem yang harus dikokohkan, sadar dengan sesadar2nya bahwa kebenaran akan membimbing pada cahaya, pada kebaikan dan bahkan pada ketahanan mental.

4. Sabar adalah kekuatan untuk tetap konsisten dan yakin akan keberhasikan. Bersama pada  lingkungan baik, orang2 yang penuh inspirasi, bisa belajar dalam semua kondisi adalah pilihan hidup, apapun situasinya bisa dipastikan bisa terjadi namun memutuskan bersama orang2 yg positif adalah keputusan untuk ttp sadar dan yakin dengan kesabaran.

Semua perlu disiapkan, dan persiapannya bukan hanya pengetahuan, tapi keyakinan, lingkungan hingga tahap demi tahap harus diupayakan.

Tidak ada kesuksesan besar dan  menggunung tanpa langkah2 kecil yang dilakukan terus menerus, semuanya perlu permulaan, selama ruh masih dikandung badan, semua yg tidak mungkin rasanya akan Allah taqdirkan untuk kita.

#SalamMulia  #isengku
#Gus Hasan - www.gushasan.com

Antara hang out dan butuh hiburan...

Sepanjang hari....pekerjaan yang meliputi kita begitu melelahkan, mulai hari senin hingga hari jumat, bahkan sebagian hari sabtu juga masih sibuk dengan pekerjaan, atau bahkan hari minggu pun tak luput dari kesibukan kantor, terus kapan coba untuk keluarga, liburan, hiburan.....

Tidak sedikit orang memaknai liburan ya ketempat2 rekreasi, ke mall, dan bahkan dengan olahraga2 ekstrim, intinya adalah ingin keluar dari rutinitas saja sebenarnya, agar fikiran fresh dan bisa optimal lagi bekerja besoknya, namun tidak sedikit orang dengan melakukan aktifitas tsb justru fisiknya sakit, boro2 bisa kerja optimal bisa beranjak dari tempat berbaringnya saja susah.

Hang out, adalah istilah keren yang biasa dilakukan anak2 muda atau sosialita untuk tetap eksis dalam dunianya, dan ini adalah salah satu model orang sekarang untuk model aktifitasnya. Padahal isinya konkow-konkow, ngobrol apa saja yg tanpa judul bahkan semua hal bisa jadi bahan diskusi, dan demikianlah inti dari kebutuhan kita untuk hang out.

Kita punya kebutuhan untuk sekedar bertemu teman diluar aktifitas rutinitas kita, sekalipun tanpa arah pembicaraan dan judul yg benar atas acara tersebut. Dan demikianlah bagian dari setiap bab kehidupan, namun menjadi hal yang menarik dan bermanfaat jika hal tersebut (hang out) bukan hanya sekedar bertemu namun dapat nilai pastinya. Beberapa hal yg bisa menjadi tips agar kumpul2nya bernilai:
1. Semuanya diniatkan ibadah dan silaturrahim, siapa tahu ini mampu menjadi jaringan bisnis, bukan hanya sekedar berkumpul tapi maslahat dunia dan bernilai akhirat juga.
2. Jadikan setiap pertemuan untuk diskusi tentang hal2 yang bermanfaat misalnya pekerjaan, maka buatlah komunitas yang seprofesi dan lintas perusahaan, ini sangat membantu untuk bisa sharing pengalaman, tukar pendapat dan bahkan bisa saling support tanpa harus membicarakan keburukan atasan atau perusahaan sendiri, dan yg demikian harus dihindari.
3. Menjadi sarana arisan, pertemuan2 ini agar bisa rutin bertemu dan memiliki tanggungjawab dibutuhkan model yg bisa saling mengikat diantaranya arisan, yg terpenting adalah tanggungjawab dan kejujuran masing2 pihak, tidak boleh ada diantara teman2 anggota yang hanya mencari keuntungan pribadi.
4. Menjadi ajang untuk menguatkan jaringan, silaturrahim dan berbagi berbagai macam hal, baik pribadi, keluarga, sosial dan bahkan karir.

Tentunya kita harus bijak untuk tetap bisa saling menjaga dan bertanggungjawab, semua hal bisa bermanfaat jika kita pandai memanfaatkannya dan berfikir saling berkontribusi, tetap bermanfaatlah karena bermanfaat itu pilihan yang sehat, mensejahterakan dan membuat datangnya rizki.

Salam
15 Juli 2015
Masjid Ibnu Batutah

Nyepi dan Damai

Nyepi adalah fenomena unik yang ada di dunia, dan saya yakin hampir tidak ada dibelahan dunia manapun yang dengan kepentingan ini, ada kerelaan hati untuk meninggalkan semua aktifitas, hingga rela menanggung kerugian materi bermilyar2an rupiah demi melaksanakan sebuah ritual unik, indah, dan luar biasa di Bali.

Saya tinggal di Bali lebih kurang hampir 20 tahun, dan setiap tahun saya melalui nyepi dengan beragam fenomena dan kekhasannya. Intinya nyepi harus selalu ada, terus dilestarikan dan dibangun sedemikian rupa, bahkan harus bisa menarik wisatawan untuk tahu, belajar dan bahkan  studi banding, agar disemua belahan dunia melakukan hal demikian jika menginginkan bumi ini segar, selamat dan

Kerjasama Vs Sama2 Kerja

Pada topik kerjasama, dalam sesi2 training, sering saya mulai dengan pertanyaan2 angka, yang pertanyaan itu bukan hanya sekedar butuh jawaban benar menurut logika intelektual matematika, tapi juga logika spiritual.
Misalnya;  1 = 1 saja, ini sikap individual, yang takkan pernah berkembang, kalau toh bisa berkembang kepentingannya hanya untuk diri sendiri saja.

Uang Kotor.......?

Dalam sesi training, saya selalu mulai dengan membuka dengan sharing, hearing  atau brainstorming dan ini sering sekali khususnya kelas2 leadership, karena umumnya mereka punya posisi dalam pekerjaannya, tanggungjawab mereka tinggi dan pengharapan mereka terhadap kelas program ini umumnya juga sangat tinggi.

Dalam sesi curhat, tidak sedikit mereka cerita,....

GOMBAL.....

Terkadang dalam kesendirian saya suka merenung tentang kehidupan saya, tentang aktifitas saya, tentang banyak hal yang menghiasi kehidupan saya. Hiasannya betapa indah, uang, teman, keluarga, kemudahan mendapatkan rizki, rumah, kendaraan, popularitas, gadget yg ada ditangan, handphone yg bisa setiap waktu ganti, tempat hiburan yang bisa setiap kali saya kunjungi, hiburan apa saja bisa saya pilih, pilihan syahwat yang setiap kali tertawarkan bisa menjadi pilihan itupun kalau mau, wong tinggal milih.......,

Bukannya saya Sombong

Dalam sebuah kajian ibu2, saya membuka sesi tanya jawab diawal, tidak lain tujuan saya adalah agar suasananya cair, dalam rangka mengetahui betul kebutuhan peserta, lebih ingin sharing hal2 yang sedang "in" atau agar peserta juga bertanggungjawab terhadap kehadirannya, namun naas sebenarnya saat hal demikian muncul hal2 yang tidak baik atau bahkan setan memainkan peran agar orang "ujub" (bangga, pen) pada amalan2nya.

Membuka pintu langit

Setiap kali dalam kajian, training dan sharing informal, saya mendengar banyak peserta menyatakan tentang doanya yang tak kunjung terkabul, padahal mereka fikir sudah melakukan yg terbaik, amalan2 dalam syariat juga demikian ia lakukan dengan baik katanya, kenapa doanya tak kunjung hadir.
Tergelitik saya, atas pernyataan2 tadi, sering kali orang merasa sudah melakukan yang terbaik, terbenar, tapi tidak ia sadari bahwa banyaknya kenikmatan yang mereka dapatkan itu bagian dari doa mereka yang saling terkait diantaranya.
Coba ingat saat kita meminta agar dimudahkan mendapatkan pekerjaan kemudian realitasnya masih sangat sulit mendapatkan pekerjaan, kita sudah berupaya dengan mengirimkan banyak lamaran, doa dipanjatkan, amalan2 khusus dilakukan pekerjaan tak kunjung datang, kemudian berjalannya waktu menganggap tuhan tak lagi sayang, tuhan tak lagi mendengar doa, padahal......

Move On...

Seusai memberikan kajian di salah satu lembaga semalam, saya melihat anak muda yang murung, malas bercakap-cakap, raut wajahnya gelisah, dan melihat guratan wajahnya saya yakin anak ini sedang punya masalah.

Saya ucapkan salam kepada yang bersangkutan, kemudian ia menjawabnya dengan malas dan nada tak acuh, saya tanya "dari mana mas? "Tanjung Pak', jawabnya, "ada apa mas, kok murung, nggak boleh lo, malam-malam begini murung, apalagi ini di tempat sepi, nanti di "sapa" jin baru terasa lo, dia ?

Keluar dari Zona Nyaman....

Hari minggu yang lalu saat olah raga pagi di Renon, saya bertemu dengan teman lama yang  kurang lebih 10 tahun lamanya tak ketemu, bukan karena kebetulan, karena saya yakin semua ini bagian dari takdir tuhan. 

Dia bercerita tentang kondisi dirinya, sudah satu bulan  keluar dari lembaga tempatnya bekerja, hampir 20 tahun nasibnya tidak berubah, hanya begini-begini saja bahkan hampir nggak bisa menyekolahkan anaknya karena tidak mampu membiaya sekolahnya, gaji kecil, kebutuhannya besar, lalu dia bertanya seharusnya dia bagaimana dan saya memulai dari mana usaha saya?